oleh

Polisi Tertibkan Tuo Nifaro, Dua Mantan Aktivis Angkat Bicara

Gunungsitoli – Polres Nias melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD), Selasa 30 Juli 2018 bertemakan “Implikasi Peredaran Minuman Beralkohol”.

“Acara ini kita gagas untuk melakukan penertiban Tuo Nifaro,” Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan, kepada sejumlah wartawan, Rabu 1 Agustus 2018.

Deni Kurniawan mengatakan, pihaknya melakukan gagasan penerbitan itu juga sedang menunggu respon dari pemerintah daerah.

“Pun begitu tetap ada limit atau batasan waktu. Sebab jika Perda belum ada atau terlambat pembuatannya, maka kami dari Polres Nias akan terus bergerak melakukan penertiban Tuo Nifaro,” tegas Deni Kurniawan, melansir dari salah satu media online di daerah itu.

Terpisah, salah seorang warga yang sehari-harinya mengelola tuak suling mengaku penghasilannya sehari-hari akan berkurang jika dilakukan penertiban.

“Bagaimanalah Pak kehidupan kami jika Tuo Nifaro ditertibkan oleh Polisi. Darimana kami mencari uang untuk makan pak. Bantu kami,” ujarnya.

Terkait hal itu kemudian ditanggapi oleh Kepala Desa Fadoro, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Krisman Farasi.

“Sebelum melaksanakan penertiban maunya Polres Nias berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Artinya harus ada pertemuan ulang antara Polres Nias dengan Pemda. Karena jangan nanti masyarakat berpendapat bahwa Polres Nias tidak berpihak kepada masyarakat. Karena ini berbicara soal pendapat masyarakat dan juga polres harus mengambil fungsi sebagai mengayomi masyarakat bukan menekan masyarakat,” kata Krisma Farasi, mantan ketua GMNI Gunungsitoli itu.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua Gerakan Perjuangan Nias (GAPERNAS), Edward Lahagu.

“Saya sangat apresiasi langkah yang diambil Polres Nias dalam menertibkan Tuo Nifaro. Namun perlu dicatat bahwa tindakan penertiban ini jangan tebang pilih hanya pada Tuo Nifaro saja. Karena peredaran minum Alkohol yang lain sangat pesat, apalagi minuman alkohol yang harganya mahal,” tegas Edward Lahagu.

Kepada DPRD seempat, Edward berharap agar hendaknya mengurus segala sesuatu sesuai kesepakatan pertemuan di Polres Nias guna memperhatikan masyarakat yang mengusahai Tuo Nifaro alias Tuak Nias.

“Artinya supaya masyarakat ini jangan kehilangan pendapatan,” tandasnya. (FH).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed